Senyum Di Balik Kursi Pink(vang vieng laos to chiang mai thailand )by Bus 22 hours

Plesiran di negara laos bisa dibilang cukup menyenangkan, luang prabang dan vang vieng kota yang sejuk, aman, dan damai. masing2 punya cerita yang indah, meskipun negara ini masih jauh dari konsep negara berkembang… tapi wajib dikunjungi…hanya saja belajar dari pengalaman selama hampir dua minggu di negara ini, saya tidak bisa lama2, karna biaya hidup lumayan mahal…bro..dan lagian masih ada satu negara lagi…
Saya harus melanjutkan perjalanan ke chiang mai dan chiang rai thailand utara.
Setelah berkeliling mencari tiket bus ke chiang mai, rata2 ticketnya kisaran 400-500 kip cukup mahal.
Jadi kalau mau murah ambil jalur ke nongkhai dulu perbatasan laos dan thailand.
Berhubung karna saya ngejar waktu ke chiang mai, saya harus cari bus langsung, saya masih ada jadwal volunteer disana.
Setelah dapat tiket bus ,saya melanjutkan perjalanan berangkat pagi dari vang vieng,karna akan ke vientine dulu.
Drama perjalan kembali terulang…
Sepertinya perjalanan saya tidak lengkap tampa drama.
Di ticket info keberangkatan jam 7 pagi,tapi sudah hampir jam 8,jemputan belum datang, gelisah mondar-mandir di depan hostel menunggu jemputan mobil tidak datang.
Akhirnya
Saya langsung lari ke agent minta konfirmasi ulang jemputan datang jam berapa ?Busnya berangkat jam berapa ?orang di agent info sudah dalam perjalanan,saya kembali berlari ke hostel.
Sekitar jam 9 jemputan baru datang, saya langsung naik, menuju terminal bus,sampai disana kanget bukan kepalang, Bus ke vientine sudah full terus berita buruknya saya tidak punya kursi…alamakk…bagaimana bisa…?
saya sudah bayar ticket mahal2 seharga ticket pesawat di agent yang katanya sleeper bus, lalu kenyataannya jangankan sleeper bus dapat kursi aj kaga???
Demi Tuhan… ini membuat saya mendadak frustasi.
Ngimana ngak setress tingkat propensi… ini perjalanan jauh… vang vieng- vientine itu makan waktu 5 jam..
Ini bukan cuman jaraknya ke vientine tapi saya akan terus ke chiang mai thailand.
Sumpah benar2 kacau..pagi itu.
Saya kemudian turun dari Bus, otak saya bener2 mendidih pengen rasanya balik ke agent ngamuk lempar orang di agent pake kertas ticket yang ada tulisan sleeper bus my god….!!!
Disisi lain saya harus pergi saat itu juga…benar2 dilematis superr..
Disaat saya galau gunda gulana…merana meratapi kesialan saya dalam diam, sopirnya turun dari Bus lari2 mencari sesuatu..entah apa yang di cari?datang2 bawah kursi TK warna pink lalu dengan wajah yang sangat tulus “Please come..get on the bus it’s ok for you..”
Saya sudah tidak bisa berbuat apa2,hanya pasrah andai tidak full orang dalam Bus beneran saya sudah menangis.
Rasanya tidak percaya tapi itulah yg terjadi, akhirnya dengan lemas lunglai saya kembali naik bus …bengitu lihat kursi pink imut di samping tempat duduk pak sopir,saya jadi mau ketawa.. ya ampun drama apa ini?
Orang2 full di Bus hanya bengong melihat ekspresi saya mungkin ada yg kasihan, mungkin juga ada yang mau ketawa..dengan muka tembok nahan malu..senyum getir pahit sepahit paria pokoknya..
Tapi saya berusaha apresiasi usahnya pak sopir.
Setidaknya dia sudah berusaha membantu,
saya tau ini bukan kesalahaan pak sopir,dia hanya bawah mobil
Dia tidak tau tentang urusan ticket.

Sepanjang perjalanan ada bengitu banyak yang terlintas dalam benak saya,ada rasa kessal, ingin marah tapi saya tidak bisa marah dengan orang yang tidak bersalah.
Ada rasa sedih karna saya menjadi korban penipuan.
Dari kisah ini mengajarkan tentang satu hal bahwa bersikap tenang itu penting..dalam situasi apapun,marah tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
“The power of traveling mesti banyak bersabar tampa batas.”
Bus tiba di vientine jam 3 sore setelah itu saya beri tau pak sopir turun dipinggir jalan dan di antar ketempat penjemputan mobil berikutnya “wait here don’t go anywhere …another car will pick up you here “ok thank you..

Salut dengan Pak sopir itu orangnya bertanggung jawab.
Ternyata saya akan naik mobil lain lagi ke
Perbatasan Laos menuju thailand.
Sekitar 30 menit mobil mini van datang menjemput saya
Tiba di boarder sekitar jam 4 sore .
Pak sopirnya masih antar saya masuk kedalam imgirasi, kemudian diminta bayar terminal fee 10,000 kip.setelah itu bapak sopir datang memberikan ticket kereta lintas batas,karna harus menyebrang dengan kereta api sekitar 15 menit ke boarder thailand.
Sebelum bapak sopir pergi dia memberikan stiker orange dia bilang :
“Don’t lose it this sticker, please paste it in your visible clothes,this sign for you,you will be recognized by the person who will pick you up on the boarder later”
(Stiker ini jangan sampai hilang, tempel di bajumu, supaya kelihatan, dengan tanda ini kamu akan dikenali orang yang akan menjemput kamu di boarder nanti) “ohhh ok..

Saya hanya mangut2 aja..
Percayalah saat itu perasaan saya tidak karu2an,ada perasaan terharu..seperti di depan bapak yang mau melepas anaknya pergi jauh…beneran baper cuman bisa bilang “Thank you so much” kemudian bapak sopir itu pergi keluar dari imigrasi.
Saya masih terpaku berdiri, bingung rasanya seperti mimpi…sekitar 25 menit menunggu kereta lintas batas datang, saya langsung naik menuju boarder.

Tiba di boarder thailand langsung check passport, kemudian cari tempat strategis biar kelihatan sesuai dengan
Pesan pak sopir tadi,benar tidak lama kemudian tiba2 ada seorang perempuan datang menghampiri saya, orangnya masih muda dengan sedikit senyum”excuse me are you jonas from laos sambil melirik sticker orange di jacket saya ? “yes..perempuan itu langsung bilang “follow me” kata follow me ini mengingatkan saya waktu di hanoi di suruh kejar motor..dari belakang haha..

https://ceritabackpacker.com/2019/06/06/nigthmare-bus-hanoi-luang-prabang-laos-by-bus-29-hours/

Lagi2 saya seperti anak kecil nurut aja…ikut dari belakang, bengitu sampai di parkiran si mbaknya bukain Pintu mobil alpard bro..”please get into the car we go to the bus station” widihhh….tidak ada dalam bayangan saya drama ini hahaha…tiba di terminal jam 6 sore.
Setelah saya dikasih ticket bus lanjutan ke chiang mai dan diberi tau bus akan Berangkat jam 7 malam, si mbak yang jemput tadi pamit pulang “thank you..

Legah rasanya ketika sudah di bus menuju chiang mai..
Kali ini busnya lebih bagus dapat satu botol air dan satu kotak snack paket komplit.
Dalam perjalanan itu ..saya mencoba mengingat rentetan kejadian hari itu membuat saya tidak sadar senyam -senyum sendiri…hahaha
Di balik hujan ada pelangi..
Setidaknya meninggalkan negara laos ada kesan manis.. untuk selalu dikenang.

Welcome to thailand again…
See you next story chiangmai…chiang rai..bangkok-krabi.hatyai..coming soon..!!