Traveling to Da nang Vietnam

Berkunjung ke negara vietnam bukanlah pertamakalinya, tapi ini adalah ke dua kalinya,jika sebelumnya saya sudah pernah ke saigon yang lebih dikenal dengan ho chi minh city.
Kali ini saya kembali ke vietnam, kebetulan lokasi volunteering saya di mulai di kota ini.
Hanya sedikit informasi yang saya ketakhui tentang kota ini,
Da Nang adalah kota pesisir di Vietnam tengah yang terkenal dengan pantai berpasir dan sejarahnya sebagai pelabuhan kolonial Prancis.
Da Nang terdaftar sebagai kota kelas satu, dan memiliki rasio urbanisasi yang lebih tinggi daripada provinsi atau pusat lainnya di Vietnam.
Dan merupakan kota terbesar ke empat di wilayah vietnam.
Sebenarnya Rencana awal saya ke hanoi tetapi karna penerbangan sangat mahal, sehingga saya harus ubah rute ke vietnam tengah, kota da nang,dari kota ini saya akan menempu jalur darat ke vietnam utara hanoi.
Dari malaysia,Saya menggunakan maskapai low cost airasia dari airport kuala lumpur, dengan ticket yang saya issud dadakan saat berangkat dari Indonesia Rp.700,000. standar tidak mahal dan tidak murah.
Pesawat saya landing jam 8 pagi waktu setempat,bandaranya cukup besar tapi tidak terlalu ramai,langsung ke bagian imigirasi check passport..bengitu selesai langsung ke pintu exit.
Dinegara ini saya harus membeli sim card dan sangat mahal $8 tapi tidak ada pilihan lain,
Sim card di vietnam memang mahal apa lagi beli di airport.
Untuk menghindari scam saya berusaha santai berlagak seperti orang lokal, biar tidak kelihatan turistnya…hampir 30 menit mutar2 disekitar airport mencari shuttle bus ke kota tapi tidak ketemu,terpaksa order grab ojek..5 kali baru di terima karna driver gojek di vietnam itu nihil bahasa inggris hahaha…parah banget berasa pergi ke planet mana ngitu..belum lagi panasnya menyengat, minta ampun…dari lima driver ojek akhirnya ada satu orang yang respon, meskipun tetap sama sekali tidak bisa berkomunikasi dalam dalam bahasa inggris,satu2nya jurus terakhir saya tunjukkan alamatnya dan saya harus mengubahnya ke vietnamase dulu. …eahhh…tapi cukup berhasil dengan bahasa tarzan jadilah saya naik ojeknya, sepanjang jalan kami seperti orang bisu, dalam hati berdoa semoga ini orangnya bener, sedikit was2…namanya jalan di kota asing sendirian ada pasti rasa was2,takut itu pasti ada.
Setelah hampir satu jam mutar2 ketemu juga hostelnya ngumpet dalam lorong.
Legah rasanya bengitu ketemu tempatnya, bapak itu cuman tersenyum,kemudian saya turun dan gojeknya saya bayar.
Dan saya masuk ke hostel..
Saya harus tinggal di luar dulu sebelum saya ke lokasi dimana saya akan volunteering.
Jadwal saya mundurin satu hari dan sebenarnya bisa di majukan tapi saya memang sengaja karna saya ingin tau keadaan di kota da nang…hari yang melelahkan, ngantuknya baru terasa efek tidak tidur di bandara kuala lumpur,lagian dengan cuaca sepanas itu tidak bisa kemana2 karna panasnya luar biasa.
Da nang termasuk wilayah yang dekat dengan laut, sudah dipastikan udaranya panas.
Setelah check in saya langsung istirahaat mungkin karna saya kelelahaan, saya bangun jam 5 sore langsung mandi setelah merasa segar, waktunya cari makan di luar. bengitu turun dari hostel saya, ditanya mau makan dimana?bingung…disekitar hostel saja mungkin jawaban menetralisir keadaan biar kelihatan ramah…nah…awal dari pengalaman konyol di mulai disini, di hostel itu di sediakan rent bike bayar 100 vnd sekitar Rp.61.000 24 jam, itu cukup murah, kebetulan ada turist lokal cewek asal hanoi orangnya baik, dan kami berkenalan, lalu dia mengajak saya cari makan di sekitar kota da nang..dalam hati kegirangan aseekkk sekali akhirnya langsung punya teman…ini kayaknya seru..saya pikir akan naik motor bareng tapi saya tau orang di vietnam bawah kendaraan lumayan gila, lampu merah itu tidak ada gunanya…hemmm mendadak sadar kalau boncengan bisa gawat nih motornya ntar bikin jalur sendiri…jadi saya minta motor satu ke hostel dalam hati mampus, saya harus bawah motor sendiri. tadinya saya mau batalkan tapi saya terlanjur janji duluan…masa iya kalah sama perempuan bengitulah kira2 gengsinya saya hahaha….somplak..
Setelah ngumpulin nyali akhirnya kami pergi drama konyol berlanjut bengitu keluar dari gang menuju jalan besar….tanganya saya mulai gemetar ini mau nyebrangnya ngimana, hampir tidak ada jalan padat kendaraan dan akhirnya saya ketinggalan…kepikiran langsung putar balik aja pulang ke hostel… duuhh ternyata dia kembali mencari saya yang terperangkap ditengah kerumunan kendaraan lalu lalang, dia jadi kanget melihat expresi saya seperti orang kebingungan dan dia tanya” what happen to you…?are you ok….?
Saya stengah gugup malu “yes its ok…go first..

Dengan sekuat nyali saya harus berani menerobos jalan ini,pikiran saya benar2 kacau ngimna klo saya jatuh,salah jalur,ditangkap polisi aduuhhhh rasanya nano2…makan tuh
Gengsi ini kalau di jakarta lagu2an….alias sok2an hahaha
Meski akhirnya berhasil sampai ditempat makan dengan susah payah, akhirnya kami pesan makanan berdua.
Harganya memang murah karna hanya 40,vnd sekitar Rp.24,000.

Setelah selesai makan, teman saya pamit, dia ada urusan mau mencari ole2 katanya besok dia pulang ke hanoi,sebenarnya saya senang setidaknya kalau saya pulang sendirian ,tidak perlu cemas, nyasar urusan belakang yang penting tidak malu2in lagi…. kamipun berpisah dan saya pulang ke hostel, baru juga 5 menit jalan tiba2 di depan ada kecelakaan motor dan itu di depan saya, ngimna saya ngak shock,motor langsung saya pakir di pinggir jalan mendadak tubuh saya keringat dingin…..lemes
” my god… welcome to vietnam….percayalah saya harus menunggu waktu yang sepi, biar bisa melanjutkan perjalanan pulang ke hostel …!
Setelah kendaraan sudah tidak terlalu banyak lalu lalang,saya melanjutkan perjalanan
Bengitu sampai di hostel saya langsung tidur.
Mengingatnya sungguh
Drama dinner yang konyol…hahaha
begitulah pengalaman hari pertama di kota da nang ajib2 ngimna ngitu.. pengalamanya…hahaha..

Next coming start to work as volunteer at Da nang hostel city…!!