Traveling and Volunteer In Kuala Lumpur (Part 2)

Satu minggu tidak terasa, menjalani volunteering di kuala lumpur semua berjalan lancar, negara ke dua setelah singapore,jobnya kurang lebih sama,jadwal dan jam kerja disesuaikan dengan staff yang bekerja di hostel itu,tapi lebih banyak stand bye di receptionis,cek email dan reservasi tapi sistemnya lebih ribet karna untuk akses reservasinya saja mesti menggunakan kode password tertentu dan itu ada 6 kode ribet khan,bedanya dengan di singapore kerjaan banyak dan lebih sibuk tapi gampang karna bisa di monitoring lewat wa,demikian juga dengan komunikasi jadi sistemnya lebih cepat.

Di kuala lumpur benar2 mandiri,dan percayalah sampai selesai volunteering, saya tidak bengitu paham sistemnya di komputer saking ribetnya..

Setelah masuk minggu ke dua jadi volunteer di hostel itu, saya diberi tau akan ada volunteer baru bergabung sekaligus pengganti saya nantinya, turist asal spanyol,dan saya di minta host saya yang menyebalkan itu memberikan training…what…..? apa ngak gila gua aja kaga ngerti sistemnya…haha

Tapi mau ngimna lagi namanya tugas wajib dikerjakan.

Dia sampai setres tapi so far kami bisa handle berdua orangnya asik dan menyenangkan meskipun saya suka omelin, tapi dia orangnya sangat sabar ,saya paling kessal saat saya lagi di luar hp saya bunyi teruss…where are you now..? come back please…!

i don’t understand …this? what can i do…?

Ngimana gua ngak ngakak so hard ya ampun ini bule….hahaha..

Jadi jika jadwal saya libur dan dia waktuya stand bye sudah panik duluan , pasti dia tanya hari ini kemana? pulang jam berapa? Konyol

Semua punya cerita jadi volunteering itu meskipun kita kerja tidak di gaji tapi pengalamanya luar biasa, ada banyak cerita yang konyol tapi yang tak terlupakan itu kita benar rasain hidup di negara orang.

Tidak hanya sekedar traveling tapi bisa merasakan sendiri ritme kerja dan kehidupan dinegara dimana kita tinggal.

Kita tidak hanya plesiran tapi kita jalan2 sambil belajar bagaimna ritme bekerja di luar negeri,belajar bertanggung jawab dengan apa yang diberikan oleh host.

Percayalah hidup di luar negeri ternyata tidak seindah dongeng cerita pengantar tidur….

Menangnya di kuala lumpur itu selama volunteering kita dapat voucher untuk breakfast setiap hari dan itu sarapannya di hotel berbintang…keren khan…!

Moment ini gua ngak pernah ketinggakan pokoknya haram hukumnya voucher itu hangus,jadi setiap hari saya ke hotel makan enak kapan lagi…com hahaha.

Ini adalah cafe tempat breakfast dilantai 6

Sebenarnya kita juga bisa di gaji kalau melebihi dari jam kerja misalnya untuk beck up staff itu kalau tidak masuk 6 jam kita dibaya 15 ringgit tapi saya sedikit was2 jadi saya minta libur saja dan itu bisa.

Jadi dalam 6 hari itu kadang saya libur 3 kali lebih santai bisa dibilang sama seperti tinggal dirumah sendiri.

Karna ownernya tidak stand bye di hostel itu jadi benar2 kita yang bertanggung jawab.

Tapi kadang2 nongol sendiri datang tampa pemberitahuan, jadi mesti selalu siap kalau jam kerja harus stand bye disitu.

Tapi Paling datang periksa laporan setelah itu pulang.

Sebenarnya orangnya baik hanya saja pressurenya itu kita itu benar2 harus kuasai..jobnya harus bisa melaporkan dari A- Z helloww…saya hanya beck up keless..!

Dan paling kessalnya itu dia sudah tau jadwal saya lagi off masih juga di tlp tanya kamu dimana ?

Are you at hostel..? do you know…bla bla…ealahh khan pasti saya hand over.. rasanya ingin ku banting hpku hahaha

Beneran kerja sama orang India itu gondokan bawaanya

Perbedaan dengan host saya di singapore itu orang china melayu, tapi super baik banget saya sempat pernah salah input tapi dia tidak marah justru dia bilang ke saya kamu kalau tidak pernah salah bagaimana kamu bisa belajar dari kesalahaan kalau tidak pernah melakukan kesalahaan, tidak apa2 jangan tertekan ya feel be happy “ngimana ngak beruntung punya host seperti itu uda pengertian baik pulak..!!

Masa volunnteer saya selama dua minggu itu sangat tidak terasa,mungkin karna aktivitas saya cukup banyak, selama tinggal di kuala lumpur.
di minggu terakhir sebelum masa tugas selesai,saya mulai siapkan jadwal untuk keluar dari malaysia dan melanjutkan perjalanan ke negara vietnam.
Jadwal saya akan tiba di vietnam awal april.
Selama di kuala lumpur saya maksimalkan mengunjungi beberapa spot yang menarik termasuk ke batu caves, genting hiland,petronas dan ke pasar lokal.

waktu saya sangat banyak untuk jalan2 tapi kadang2 saya lebih memilih istirahaat tidur di hostel sepanjang hari,paling sore baru hang out nyari makan, karna
Tidak banyak sebenarnya tempat menarik di kuala lumpur, jadi berkunjung ke kuala lumpur itu dua atau tiga hari sudah sangat cukup,misalnya mau ke genting hiland disarankan beli ticket 1 hari sebelum kesana karna antrian kadang lama dan ticket cepat habis,hindari pergi di hari libur.Ticketnya bus kesana lumayan mahal tapi tenang itu sudah ticket pulang-pergi, bus terakhir biasanya sampai jam 7 malam kalau ketinggalan naik uber ada banyak tapi bayar lagi, jadi perhitungkan waktu biar ngak rugi menurutku 4 jam di atas cukuplah mau satu hari juga ngapain…kecuali mau main kasino,saya kesana demen pengen nyobain cable car doank lagian saya di bayarin juga sama teman hahaha…
Untuk ke batu caves fleksible karna transportasi kesana lancar bisa langsung naik mrt bisa, naik bus tapi naik bus ntar sambungan lagi, jadi lebih disarankan naik mrt lebih hemat waktu dan cepat bayar 5 ringgit murah..tinggal di KL central itu paling strategis kemana2 gampang dan tidak perlu cemas nyasar.
Hostel murah juga juga banyak di sekitaran KL central dari harga $ 6 up to $10 cukup terjangkau.