Volunteering Di Singapore ( part 3)


Setelah melewati banyak drama yang melelahkan finally, saya tiba di hostel tempat saya untuk jadi volunteer selama 18 hari .

Saat pertama kali saya datang di hostel itu staff yang bekerja disana sudah diberi tau host saya bahwa akan ada volunteer baru dari Indonesia yang akan joint selama 18 hari ,karna volunteer asal England sudah selesai hari itu.

Hostel itu memiliki 6 orang karywan, mereka semua masih mudah dan rata2 mereka kerja part time. lokasinya sangat strategis, dari hostel hanya jalan kaki sekitar 5 menit ke china town dan di sebrang jalan  ada Clarke quay,singapore river,merlion park,dan marina bay sands.

Saya langsung masuk sambil menujukan passport, setelah itu kami langsung berkenalan, kemudian registrasi, prosesnya sama seperti tourist. saya tidak langsung bekerja tapi hanya perkenalan seputar ruangan hostel dan diberi tau tentang job description selama volunteering di hostel itu, beserta regulasinya apa yang boleh dan tidak boleh, dan untuk volunteer diberikan fasilitas tempat tidur,free laundry, dan breakfast setiap hari. setelah selesai saya diminta untuk istirahaat.

Hari pertama jadwal saya  work from 9 am till -12 pm dimulai dengan duty how work as receptionist and  hause keeping tapi tetap di beck up sama senior staff hostel.

Awalnya sangat canggung, kaku, dan semacam ngak nyaman apalagi di area situ banyak bule dan tamu2 hostel lagi bersantai ria ngobrol dengan serunya..kebanyang ngak gua biasanya traveling terbiasa dengan gaya bebas  dan kali ini traveling dengan volunteering  ada aturan yang harus saya jalankan.

Ketika tanggung jawab dan ego berperang inilah sebenarnya tantangan yang saya harus jalani “but I have been promise to myself apapun yang terjadi misi volunteering saya  “must be go on..no matter how hard for me but I will do it.

Systemnya sangat cepat semua dikerjakan dengan cepat tapi bagi saya tidak sulit karna sudah terbiasa kerja dengan target.

Prinsip dasarnya harus senang dan iklas, jika kita punya dasar kerja seperti ini semuanya tidak sulit.

Selama saya volunteering di Singapore 18 hari sekitar 2 minggu, ada banyak hal yang saya pelajari selama saya disana,banyak pengalaman yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan dalam sepanjang perjalanan hidup saya, saya beruntung host saya disingapore orangnya sangat baik dan cukup welcome, staff yang bekerja disana  sangat membantu ,selama saya volunteering dihostel itu, dan cukup berhasil bisa menjadi bagian dari team kerja mereka meskipun dengan waktu yang cukup singkat tapi cukup berkesan..

Jika ada yang saya tidak paham, mereka dengan cepat ,membantu , misalnya pada saat proses payment dari guess lewat aplikasi, mengatasi complaint tamu saat ada bookingan yang bermasalah di system dan banyak lagi.

Dengan Ritme kerja yang sangat cepat saya benar harus cepat beradaptasi, semua dikerjakan dengan system yang sangat rapih. Hostel itu tidak terlalu besar tetapi sangat sibuk.

Hostelnya  di floor 3 hanya satu lantai dengan jumlah kamar yang tidak banyak. Dormitory khusus laki2 16 dan untuk perempuan 12 sedangkan untuk privat room ada  2 kamar dan selalu full setiap hari.

Tapi kebanyakan tourist hanya 1 malam,2 malam rata2 yang paling lama  hanya sampai 3 hari.

Jadi lebih banyak job di proses check out dan check in untuk cleaning services di atas jam 11 biasanya yang mau check out sudah lapor lebih awal dan setelah check out selesai proses check in dibuka.

Hostel itu punya laundry sendiri jadi jika tidak terlalu sibuk di reseptionis , saya tinggal check tamu2 yang sudah check out, ganti seprey,sarung bantal dan selimut, selanjutnya tinggal dilaundry setelah kering dilipat simpan di tempatnya. bagi saya ini seperti pekerjaan dirumah sendiri dan saya suka pekerjaan ini kadang2 saya sendiri yang handle karna yang kerja disana rata2 masih kuliah, dan kerja ditempat lain, jadi saya harus siap beck up mereka tapi tetap tukar shiff jadi bagi saya tidak masalah.

Untuk breakfast setiap hari disediakan roti,kopi teh,dan susu terserah mau makan roti sampai puas tidak akan habis stocknya cukup banyak yang disiapkan di meja setiap hari dan bisa masak indomie juga  hahaha…

Dalam ruangan yang  cukup kecil ada 8 cctv 24  terpasang ,semua aktivitas kita di hostel itu di monitoring camera bengitu canggihnya teknologi di Negara itu hampir setiap sudut bisa terlihat dengan jelas.

Pernah ada kasus ,Saya sampai kanget saat ditanya host pagi2..” Jonas do know who are they …?ada tamu yang  masuk keruangan  pake sepatu  tadi malam berikut dia mengirim gambar dan itu sudah jam 12 malam  Pikir saya ini orang tidak tidur kali yak…!!

 Dia bahkan tau saya saat saya terlalu sibuk check whatsapp  “Jonas you  are works too hard please rilex..  orangnya tidak disingapore tapi matanya ada disetiap sudut…hahaha

Untuk jam kerja dalam sehari normalnya 4 jam tergantung shiff saat itu bisa pagi, siang, atau malam ada  3 shiff dalam satu hari  tinggal atur jadwal  jadi tetap banyak waktu hang out.

 Dalam  6 hari kerja dapat free day satu hari biasanya moment libur saya gunakan full time di luar hang out bareng sama teman2 yang nginap di hostel, kadang2 sampai pagi baru pulang nanti saya over shiff ke sore jadi bisa istirahaat total tampa  mengganggu jam kerja saya ,jam kerja sangat cepat, tapi saya tidak pernah merasa capek,justru sebaliknya saya sangat semangat kerja di hostel itu,moment dimana belajar kerja secara mandiri dan  teratur itu sangat penting dan belajar  tidak panik saat ada masalah.

Setiap hari host saya selalu  selalu remainder  kirim pesan lewat whatsapp” Jonas please feel free like your home be happy bro….if you feel boring hang out with  our guess hahaha

 kami seperti sangat kenal dekat pada hal ketemu aja tidak pernah.

kami tidak pernah ketemu  hanya berkomunikasi lewat telpon ,secara fisik saya tidak pernah tau orangnya seperti apa..? apakah dia gendut,kurus ,hitam,ganteng atau jelek hahahaha..satu yang pasti orangnya baik banget.

Mungkin karna itulah saya sangat enjoy volunteering di hostel itu,nyaman dan  benar2 seperti saya punya keluarga dan rumah disingapore mereka semua baik.

Dihari terakhir saya volunteering saya baru punya keberanian Tanya staff di hostel yang punya hostel ini dimana?, terus orangnya yang mana? ternyata orang yang saya ajak bercanda selama ini itualah ownernya  dan dia lagi di luar Singapore pantesan tidak pernah ketemu  hahaha

Waktu berjalan cukup cepat 2 minggu rasanya sangat cepat berlalu dan akhirnya masa volunteering saya disingapore selesai  dengan baik dan saya akan melanjutkan perjalanan saya ke kuala lumpur dengan job yang sama.

Tak lupa setelah saya pamit saya minta maaf jika selama saya disana ada hal2 yang mungkin kurang menyenangkan baik sengaja atau tidak terutama dalam kerja saya tapi respon yang saya dapat cukup mengharuhkan hati . host saya dan team disana sangat berterimakasih bahkan ownernya  sangat berharap saya bisa ekstend tapi saya dengan sopan menolak bahwa saya masih ada volunteering di beberapa Negara lain, ini baru awal dia berharap anytime saya bisa kembali kesana.

“Jonas if Anytime you come back to Singapore please let me to know, I will always welcome for you bro

You are really great help thank you so much take care” ngimana ngak terharu coba…itu artinya aku berhasil….di tahap ini… sedih sekaligus bahagia.

Inilah  yang mungkin tidak bisa saya lupakan selama jadi volunteer di hostel itu saya tidak pernah ketemu dengan owner hostel itu tetapi kami sangat akrab berkomunikasi lewat whatsapp, orangnya cukup welcome,humoris and  the best host yang saya dapat sekaligus menjadi host pertama saya jadi volunteer.

Dari pengalaman ini saya belajarlah tentang bukti dari hati yang selalu iklas dan senang dalam melakukan suatu pekerjaan”saya tidak hanya telah berhasil melakukan misi volunteer dengan baik tetapi sekaligus saya telah mendapatkan nama baik dalam perjalan saya dinegara orang.

Finally i made it

“I will miss you singapore”

Volunteering kuala lumpur coming soon….