Cerita Pertama kali masuk Singapore ( Volunteering di Singapore (part 2)

(Singapore)

Traveling ke Singapore bagi sebagian orang cukup menguras isi dompet, saking mahalnya biaya hidup di Negara itu.Meskipun biaya hidup di Negara ini sangat mahal  tetap saja menjadi  salah satu Negara destinasi favorite para travelers.Bagaimana dengan backpacker kere seperti saya dan punya keinginan traveling dan tinggal dinegara ini apakah bisa…? Pasti bisa “banyak jalan ke Roma” hahaha…Caranya adalah dengan volunteering apa itu volunteering bisa baca di seri sebelumnya “backpackeran dengan volunteering di luar negeri “.Memilih Negara Singapore sebagi destinasi pertama  volunteering  sebenarnya , motivasi saya adalah  ingin tau ngimana rasanya hidup dinegara yang serba mahal itu, sekaligus,bisa jalan-jalan dengan biaya hidup irit seirit2nya, mencari pengalaman dan suasana baru,tentu  ini akan punya warna tersendiri bagi saya, tidak hanya punya kesempatan melihat Negara itu lebih dekat tetapi belajar hidup survive dan bisa melihat ritme kerja dinegara itu secara langsung.Dan  saya memilih hostel sebagai tempat  untuk volunteering karna volunteer di hostel jobnya  tidak terlalu berat, ,hostel adalah  tempat terbaik mencari teman ,tempat para backpackers dari berbagai Negara, dan tinggal dihostel akan lebih banyak informasi yang akan saya dapatkan, mengenai tempat2 menarik yang ada dinegara itu.Singapore merupakan Negara yang cukup  sibuk dengan kehidupan individualisme  dengan kesibukan  ritme dunia kerja yang padat , jelas  waktu  untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar sangat kurang bahkan budaya cuek sangat Nampak di Negara itu.Bagi kita yang tidak biasa menjalani Hidup seperti itu pasti sangat membosankan  inilah yang menjadi dasar pemikiran  memilih volunteering,di hostel, saya  akan punya banyak waktu berinteraksi dengan berbagai tamu yang datang di tempat itu.Sebenarnya untuk para backpackers ada banyak cara menaklukkan Negara ini  selain dengan mengunakan jaringan  courcsurfing , volunteering  bisa menjadi alternative yang sangat bagus jika ingin tinggal lebih lama cukup dengan dengan menggunakan ijin permit tourist durasi 30 hari untuk warga Indonesia.Setelah semua persiapan yang cukup singkat ,saya berangkat  saya berangkat kesingapore saat itu saya masih tinggal di Jakarta ,ticket saya saat itu hanya  Rp.200,000 via  maskapai low budget scoot.Untuk ticket pulang  belum ada karna saya akan lanjut ke kuala lumpur cross via boarder.Tapi tau sendiri khan masuk ke Singapore lumayan strick,hampir banyak travler tidak luput dari random check, Negara ini sangat ketat  dengan tourist,waktu saya sampai di airport saya berdebat dengan petugas di counter, soalnya saya ngak bisa dikasih boarding pass alasannya saya belum ada ticket keluar dari Singapore dan akhirnya saya harus issud ticket dadakan , daripada gagal terbang lebih parah khan…sempat kessal sih sebenarnya soalnya planning saya tunggu ticket murah dulu ternyata….(rencana gagal total ) dan akhirnya dalam hitungan menit saya harus putar otak  saya lihat jadwal volunteering saya di kuala lumpur akhir bulan maret  2018 selesai berarti saya harus keluar dari kuala lumpur awal april dan akhirnya ticket saya ke da nang Vietnam saya issud dengan harga Rp 700,000 maskapai airasia flight jam 7 a.m .(lumayan mahal…)Setelah ticket lanjutan fix, saya kembali ke counter untuk check in ulang dan baru bisa dikasih boarding pass untuk terbang….kesingapore sampai disni drama selesai.Saya tiba disingapore sekitar jam 12 siang waktu setempat nahh disini drama dimulai lagi…awalnya sich lancar jaya giliran sampai di petugas imigrasi saya ditanya berapa lama,tinggal dimana,mau ngapain aja jawaban saya lancar aja dan giliran  ktp  juga diminta aduhhh…langsung kanget beruntung saya bawah KTP setelah dicocokan dengan passport rupanya petugasnya  tidak perhatikan tahun lahir yang sebenarnya tidak sama di passport, sempat gugup saat itu mendadak komat kamit baca doa…berharap tidak masalah sambil tetap maksimalkan senyum tipis di depan petugas imigrasi…hahaha…Setelah semua document saya diperiksa termasuk ticket keluar dari Singapore syukurlah ticket keluar itu ada  ..dan….aku kira sudah beres ternyata petugasnya panggil mba petugas imigrasi yang lain minta saya di antar ke sudut imigrasi ohh..my ghoshhh … untuk yang sering lewat terminal 2 di changi pasti tau diseblah kiri  itu ada kursi panas untuk tamu special..hahah..Sumpah tadinya saya hangat karna berjuang memaksimalkan tenang jiwa diserang pertanyaan bertubi-tubi berubah menjadi keringat dingin….mampus…bisa gagal saya masuk Singapore, pikiran saya mendadak kacau balau soalnya di kursi itu sudah banyak yang duduk manis dan saya lihat ada beberapa yang  bawah masuk ke ruangan..saya masih berusaha tenang meskipun sebenarnya  sudah kelabakan, saya langsung bongkar backpack saya keluarkan semua jurus pertahanan kayak mau perang aja hikz…Duhhh benar2 musibah kalau sampai di deportasi….hahahahaSaya memang sudah di warning host saya disingapore jangan sampai orang imigrasi tau kalau kedatangan saya di singapore untuk volunteering…!!Karna saya volunteering di hostel jadi alamatnya cukup jelas, dari host saya juga sudah kirim list tempat2 wisata yang memang berdekatan dengan lokasi termasuk tempat cari makan dan lain2 cukup membantu karna saya tidak punya itinenary selama disingapore, map dan lokasinya cukup jelas berikut list transportasinya kurang lebih sama dengan itinerary cukup menolong.Belum beres saya persiapkan , langsung dipanggil menghadap kebetulan petugas perempuan yang berwajah indihe galak benar…hahahahaPertanyaan yang sama kembali berapa lama,tinggal dimana,bawah uang berapa ya ampun…dengan polosnya saya bilang saya bawah cash 120 usd sontak mba indihe melotot  kanget 120 usd untuk 18 hari itu tidak cukup How come…?dengan setengah kessal  saya keluarkan debit dan beberapa kartu kredit yang sudah decline dan atm yang sudah kosong hahaha… aslinya debit saya saat itu cuman 3 juta di atm bca hahaha…dan budget itu untuk Singapore dan kuala lumpur sedangkan biaya selanjutnya nanti masuk di awal april  sedangkan dollar itu hanyalah cadangan…luar biasa taktik gue cukup berhasil.Waktu saya ditanya sudah berapa kali saya kesingapore saya bilang ini baru pertama kali, lanjut check passport lagi dan ada 4 stamp Singapore sebelumnya “you always comes to Singapore…? tapi saya jawab saya hanya sering transit disni , ini baru pertama kali masuk ke singapore duhh rasanya inginku memelas…hahahah Beruntung  ada petugas melayu mungkin itu atasannya langsung minta si mba Indhe yang galak itu supaya saya diloloskan saja  sih mba Indihe sepertinya tidak iklas tapi akhirnya dengan muka cemberut passport saya di stamp …..welcome to Singapore….Saya berkemas dengan sisa senyum terpaksa  setelah saya lolos masuk rasanya pengen lari jauh dari imigrasi saat itu mau teriak kencang hahahha
Beruntung nasibku masih jauh lebih baik tidak sampai masuk ke ruangan introgasi.Drama ke 2 selesai selanjutnya drama transportasi menuju lokasi tempat saya volunteering….noted ini baru pertamakali masuk Singapore …Setelah lolos berurusan dengan petugas imigrasi masalah baru muncul lagi bingung mau naik dimana untuk transportasi ke lokasi tempat saya volunteering.Saya coba contact host saya via whatsapp, responnya cepat alamatnya di forward ulang dikirim lewat handphone.Petunjuk dari host saya cara menuju lokasi bisa dengan transportasi  BUS dan juga dengan MRT tapi saya lebih prepare Naik Bus biar bisa melihat Singapore hahaha…maklum baru pertamakali kenegara itu “norak yaak. yang sebenarnya lebih bagus naik MRT dan cepat karna turunya tinggal menyebrang sampai dilokasi tapi apalah daya saya belum tau apa2 saat itu.Setelah keliling mencari bagian informasi ,dapat langsung bertanya bus ke arah kota info dari customer service ada di lantai ground  turun lagi 2 lantai, ketemunya cepat tapi saya bingung itu nomor bus yang yang dimaksud kok ngak ada nongol apa saya mungkin salah jalur atau mungkin belum datang busnya? clengak-clenguk, pegel juga berdiri mana lagi lapar dan haus ,kebetulan disitu ada yang lagi tunggu bus saya Tanya kode bus ini apakah lewat disini, kemudian dia melihat saya dari kaki sampai kepala”  are you tourist” Me Yes” Sedikit legah ketika dia dengan wajah senyum ramah bilang yeah in 25 minutes coming ohh oke thank you ahhh orangnya friendly.Lanjut lagi saya bertanya apakah bus nomor ini akan lewat di jalan ini sambil mempelihatkan mapOhhh No..better you take MRT more faster and close with this place …duhhhh saya maunya naik bus kenapa disuruh naik MRT lagi ya…!! Me “ it’s ok I will take  a bus.Sekitar25 menit nomor bus yang saya tunggu akhirnya datang juga nahhh kebetulan ada yang naik  ke bus itu saya ikut saja nyelonong dari belakang…Percayalah itu cukup konyol bengitu masuk saya perhatikan kok orang swipe pake kartu, terus ada yang bayar pake uang koin ,ini saya posisinya sudah duduk manist lho di dalam bus hahahaTapi karna saya tidak nyaman kok saya ngak diminta bayar….ya?hemmm ..akhirnya dengan setengah malu saya ke depan Tanya drivernya dan bertanya saya mau ke jalan street hongkong how much  I have to pay for it? Untungnya drivernya senyum $ 2.50  kebetulan saat itu saya punya sisah dollar $ 6 ternyata harus bayar dengan uang coin ,so how…?  I don’t have small coin… drivernya bilang kamu ke sudut sana di dalam ada mini market change your money dengan setengah lemash saya turun dari bus lagi dan lari ke mini market beli air demi uang koin.Sampai di mini market langsung cari barang yang paling murah dan hanya beli air mineral 330 Ml hahahaha…jurus irit banget selesai langsung buruh2 ke parkiran bus udah pake lari kencang sampai di halte, busnya sudah ngak ada keburu pergi…duluan ya sudalah tunggu bus berikutnya, tidak lama kemudian bus berikutnya datang langsung naik kali ini sudah pintar masuk dari depan bayar pake uang koin, ambil posisi duduk dipinggir biar bisa leluasa melihat Singapore,kata orang Singapore ini kecil tipis kemungkinan nyasar jadi tidak perlu cemas…bayangan saya tentang kota Singapore kota bersih gedung2 pencakar langit kiri kanan menjulang tinggi dan itu benar. meskipun  tetap cemas berharap semoga tidak nyasar.Gps saya aktifkan,tapi lama2 kok tanda2 alamatnya belum jelas, cek di gps sinyal bermasalah terakhir,check dari airport hanya 27 menit ,belum selesai mendadak bus kok sepertinya sudah kearah airport kembali akhirnya saya minta turun di halte, sebenarnya itu sudah dekat tapi belum tau ,gedung yang menjadi petunjuk saat itu adalah gedung marina bysands.Setelah turun dari bus saya duduk di halte tapi sepertinya saya harus  sambungan lagi  kali ini saya akan coba naik grab dan ternyata saya duduk di halte yang salah lagi hahaha… jadi  saya harus mencari tempat halte khusus untuk taxi stop…setelah duduk cari nafas  mata saya mulai melihat kota singapore finally saya benar2 disingapore kesan pertama saya tentang Singapore Negara yang sangat rapih ,sangat bersih,tidak macet, dan banyak orang berjalan kaki sepertinya saya suka Negara ini setidaknya saya tidak perlu merasa malu jalan kaki sendirian hahaha.Saya sudah hampir 30 menit duduk di halte itu dan hanya mengamati orang2 lalung lalang dengan kesibukan mereka masing-masing sekitar  jam 3 sore saya mulai panik coba order grab gagal terus mungkin karna saya masih punya no dari indo sulit dihubungi saat itu, kebetulan ada seorang Ibu mudah ada disitu sepertinya dia juga sementara order  grab dan akhirnya ke dialah saya minta bantuan untuk di orderkan grab dan lagi2 saya beruntung saya ketemu orang baik, kesan saya tentang orang Singapore “so far very helpfull setelah mobil datang  saya naik dan langsung menuju lokasi tempat volunteering ,sekitar 15 menit saya tiba dilokasi sesuai petunjuk alamat yang dikirim host ke saya di jl hongkong street.Ketemu alamatnya ,saya turun dan saat saya mau bayar drivernya  tolak karna  ternyata sudah dibayar orang tadi.. wow thank you banget  ternyata orang Singapore sangat baik.Ending drama yang sangat bagus hari itu…!!
Di seri berikutnya cerita selama volunteering di hostel Singapore coming soon …



3 thoughts on “Cerita Pertama kali masuk Singapore ( Volunteering di Singapore (part 2)

Comments are closed.