Perjalanan Dua Hari Meninggalkan Annapurna Base Camp-Pokhara. (Part 28)

Satu malam di annapurna base camp,lumayan menyiksa, bukan hanya karna dinginnya salju tapi kadar oksigen sangat rendah ini saya bahkan tidak tau kalau itu sangat berbahaya.
Suhu udara dingin yang yang tidak biasa kita dapatkan di Indonesia dan konsentrasi oksigen yang rendah, ternyata salah satu faktor yang bisa membuat tubuh kita rentan terserang penyakit yang bernama Altitude Mountain Sickness (AMS).
Dalam kondisi seperti ini,penderita AMS akan merasa pening, mual, muntah-muntah bahkan yang terburuk adalah hilang kesadaran.
Pengalaman teman kamar saya tourist couple dari singapore muntah2.
Rupanya suhu udara di annapurna penyebad utamanya.
Ini sangat penting membawa obat-obatan saat trekking ke everest.
Semalaman ngak bisa tidur,gelisah
Nyaris tidak bisa tidur pada hal selimut sudah dua lapis,pake jaket double tapi badan masih menggigil tidak mempan.
Rasanya tidak sabar turun dari annapurna.
Setelah pagi jam 6 saya langsung packing menunggu sunrise,setelah habis keliling sekitar base camp dan ambil beberapa gambar sebagai kenang-kenagan..langsung turun dari base camp.

Saya belum sempat sarapan karna target saya sebisa mungkin saya sampai di chomrong.
Di himalaya saya baru mampir istirahaat dan sarapan noodles,beli air isi ulang 150 rupee dan melanjutkan perjalanan.
Perjalanan pulang lebih cepat,karna lebih ringan dan lebih banyak penurunan.
Sekitar jam 6 sore saya tiba di chomrong.

Saya sudah tidak kuat lagi jalan , saya harus bermalam, kebetulan saya pulangnya bareng tourist dari swedia, jadi kami share kamar berdua di chomrong bayar 200 rupee.
Selama perjalanan ke annapurna base camp disinilahsaya baru pertama kali makan nasi ,selama lima hari perjalanan hanya makan noodles terus setiap hari.
Meskipun mahal sekitar 500 rupee.
Saya harus pikirkan kesehatan saya,maklum saya Indonesia banget.

Setelah paginya, saya masih sempatkan waktu sarapan dulu, saya sudah pesan sama yang punya hostel saya harus melanjutkan perjalanan sebelum jam 7 pagi jadi yang punya hostel sediain sarapan jam 6 pagi selesai sarapan saya melanjutkan perjalanan.
Target saya harus sampai di gandruk sebelum jam 5 sore.

Informasi yang saya dapat dari orang lokal, bus langsung ke phokara ada di gandruk.
Dari chomrong berangkat jam 7 pagi, tadinya rencana sama teman lewat jalur landruk tapi saya harus buruh waktu,sementara jalannya sangat lambat kakinya mengalamih cidera, jadi saya minta maaf ngak mungkin saya jujur soal keuangan saya..hahaha
Jadi saya pamit duluan berangkat ,kamipun terpisah,
Saya benar-benar kuatir dengan kondisi bekal saya semakin menipis.
Jalur chomrong ke gandruk itu turunan dan lebih banyak jalan setapak.

Sempat nyasar ke jalur landruk,beruntung saya ketemu orang lokal,dari mereka saya bertanya arah ke gandruk,sebenarnya pertemuan arahnya sama bisa keluar dari jalur nayapul tapi lebih lama ke landruk dan mesti naik jeep dan mahal parahnya lagi belum tentu ada jeep lewat disana jadi pilihannya saya harus kembali mutar lagi.

yang terdekat itu
Jalur ke gandruk ada bus langsung dan lebih murah jadi saya mengubah jalur langsung ambil jalur ke gandruk.
Disini saya hampir menangis
Frustasi karna jalurnya saya sudah lewati, naik gunung dan harus turun lagi….tapi tidak ada pilihan lain.
Saya harus kembali ke jalur yang sama.

Lutut saya benar-benar lemes memikirkan jalurnya dari atas gunung, saya melihat jalurnya gilaaa antara kessal dan marah pada diri saya sendiri.
Tapi lagi2 saya harus, harus kuat.
Mengeluh tidak akan menolong.
Saya harus sampai di gandruk sebelum sore.
Dengan sisa tenaga yang saya miliki.
Saya melanjutkan perjalanan menyusuri sungai,naik gunung turun lembah, berlari secepat mungkin.
Sekitar jam 4 saya sudah tiba di gandruk,

Tiba di gandruk benar banyak taxi,dan jeep diparkir disana semacam terminal kecil karna hanya dipinggir jalan.
Legah saya lihat jam, belum jam 5 sore, artinya masih ada harapan,
mata saya mencari bus kok tidak ada?
Supir taxi dan jeep datang silih berganti nawarin naik sharing taxi kisaran 2000 up to 3000 rupee.
Jelas saya tidak punya budget sebanyak itu.
Sementara untuk bus itu hanya 150 rupee.
Disini saya ketemu couple turists dari german sedang menunggu bus,
Sedikit legah saat saya tau mereka sama dengan saya akan kembali ke pokhara.
Sekitar 20 menit bus datang rasanya bahagia “Thank you god
Finally saya selamat.
Kamipun naik bus itu dan meninggalkan gandruk menuju pokhara.
Di nayapul bus berenti permit kami di kumpul sama kondekturnya setelah selesai di stamp exit.

Bus lanjut meninggalkan area conservasi annapurna.
Bus tiba di phokara jam 7 malam.
Saya tadinya mencari hostel dekat dengan bus park tapi full semua, jadi saya turun di lakeside
Saya kembali ke hostel pertama ketika saya datang pertama kali di phokara tapi yang kosong sisa kamar yang mahal.

Sekitar satu jam saya keliling nyari hostel, ketemu harga 600 rupee masih mahal tapi saya sudah Sangat lelah dan capek.
Karna rencana besok pagi saya langsung berangkat kembali ke katmandu.
Setelah check in ,saya langsung mandi dan keluar cari ticket bus tujuan katmandu di agent kali ini saya beruntung karna dapat ticket bus harga 700 rupee lagi wajah nepali saya sangat menolong.
Berangkat jam 7 pagi ke katmandu.
Setelah ticket ada, saya cari makan.
Akhirnya bisa makan dengan tenang ,makan dengan harga 35 rupee porsi gede dan enak, rasanya penderitaaan saya makan indomie ke everest mountain langsung hilang…setelah kenyang saya lembali ke hostel istirahaat.

Bersambung…
See you next at katmandu…..

2 thoughts on “Perjalanan Dua Hari Meninggalkan Annapurna Base Camp-Pokhara. (Part 28)

  1. Mantap bang, tetap semangat nulisnya ya bang, selalu setia menunggu lanjutan cerita nya, serasa ikut langsung kesana

    Like

Comments are closed.