Perjungan Lintas Darat Masuk ke Nepal.

Perjalanan darat dari kakarbhitta ke katmandu itu bukan hal yang muda untuk dilalui.
Perjalanan dari sikkim sudah cukup melelahkan 6 jam tiga kali ganti kendaraan baru tiba di kakarbhitta.
Kakarbhita adalah perbatasan antara India dan nepal.
Boarder disini sepi jadi proses voa cukup cepat dan tidak ribet.
Mungkin karna saya tiba sore dan hanya saya tourits terakhir jadi lancar jaya.
Waktu istirahat cuman 3 jam belum lagi tidak bisa tidur karna saya gelisah memikirkan perjalanan entah berapa lama lagi ,ada banyak yang terlintas di benak saya…seakan masih belum percaya sudah sampai di nepal meskipun masih jauh dari Ibu kota Nepal.
pikiran saya terus menerawang,membayangkan ibu kota Nepal katmandu,cerita tentang phokara kota yang bagus dan tenang, dengan danau phewa, lalu membayangkan tentang tingginya gunung everest mountain.. gunung tertinggi di dunia, entahlah mata saya sudah tidak kuat melek hingga terlelap dalam mimpi yang saya lupa mimpi apa saat itu…haha

Sekitar jam 3 pagi saya sudah bangun dan berkemas bersiap menuju terminal kebetulan hostel saya ada disekitaran terminal.
Sebenarnya yang punya hostel sudah bilang ke saya besok saya antar ke bus tapi dasar memang saya orangnya tidak sabaran, saya bangun dan turun sendiri kebawah tapi….pintu hostel masih terkunci saya naik lagi ke kamar, habis itu keluar lagi duduk ditangga seperti orang setres…mungkin karna jalan saya kedengaran bolak- balik naik tangga yang punya hostel ikutan bangun dan kanget melihat saya sudah duduk ditangga…
You wake up too early this morning please go back to sleep.
Don’t worry i will take you later.
Me: Thank you but i can not sleep again..
It’s oke 2 hours again right.
Back to your room.
Yes no problem….i will sitting here. mungkin yang punya hostel itu berpikir” ini tourist aneh…hahaha..
Saya kembali ke kamar memastikan kembali barang2 saya tidak ada yang ketinggalan
Setelah jam 4:30 yang punya hostel datang mengetuk pintu kamar “
“Come on we go to the bus saya langsung keluar dan berangkat ke bus.
Yang punya hostel itu baik banget saking baiknya dia mau bangun pagi terus antar saya ke bus.
Setelah memastikan saya sudah naik di bus barulah dia pulang. “hanya di nepal saya ketemu orang seperti itu…
busnya berangkat on time.
beneran
Jam 5 pagi bus sudah meningalkan perbatasan menuju katmandu ibu kota nepal.
Estimasi 12 jam perjalanan akan tiba di katmandu.
Sepanjang perjalanan mata saya melihat banyak hal kehidupan yang tidak biasa,rumah2 yang jauh dari kata layak ,dipinggir jalan orang jemur tai sapi , ada yang seperti bentuk piring bulat ,ada yang di tusuk bentuk sate.
Leher saya terasa tercekik pengen muntah ngebayangin tinggal dalam rumah yang dindingnya terbuat dari tai sapi.
Sepertinya saya masuk ke negara miskin, hampir saya tidak melihat Rumah yang mewah.
Selama perjalanan saya tidak merasa lapar tapi air selalu tersedia.
Saat mobil mampir,saya hanya beli cemilan dan air minum.
Pisang sangat murah, jeruk dan apple.
Kalau pisang jelas murah karna sepanjang jalan banyak pohon pisang nahh… kalau untuk jeruk dan apple itu koq bisa murah banget saya tidak pernah lihat pohonnya… hahaha

Mungkin kebunnya ada di lereng gunung himalaya 2 kg itu isi 15 pcs hanya 100 rupee nepali sementara
Pisang itu satu sisir 20 rupee khan murah meriah.
Hanya berani makan pisang sama buah2han selama di jalan…ngak berani makan karna terus terang lingkunganya kurang bersih.
Terus saya lihat yang kerja juga aduhhh copian dari India masih ikut..aja.
Belum lagi debu yang luar biasa beterbangan tebalnya.

Saya heran orang tetap menjemur cucian dipinggir jalan mobil lewat bawah debu.
Apanya yang di cuci itu…?hahaha
Aneh tapi nyata.
Saya selalu fokus dengan cara orang berinteraksi
Mendegarkan mereka berbicara, mencoba memahami setiap kalimat yang mereka ucapkan kedengarannya lucu membuat saya kadang tersenyum sendiri membayangkan ekspresi mimik wajah mereka.
Entah apa yang mereka bicarakan
Rasanya saya seperti terdampar di planet pluto…
Jelas saya tidak mengerti karna bahasa mereka adalah nepali language…

Perjalanan darat masuk ke katmndu lewat hutan,melintasi banyak jembatan, terguncang-guncang dalam bus .Jalanan banyak yang rusak parah dan bolong-bolong membuat saya terbangun setiap kali mau tertidur.
Judulnya saya tidak bisa tidur.
Ternyata Saya salah memprediksi waktu karna jalanan rusak parah dan banyak akses tertimbun longsor mengakibatkan mobil yang lewat antrian panjang dan lama dan saya masih ingat ada yang sampai satu jam antri karna mobil tidak bisa lewat berpapasan mesti satu2 dan harus gantian.
dari estimasi 12 jam akhirnya perjalanan memakan waktu menjadi 18 jam.
Saya menghabiskan waktu seharian dijalanan dengan bonus pantat keram.

Sekitar jam 11 malam bus sudah masuk ke kota katmandu.
Saya sedikit heran saat diberi tau bus sudah sampai di katmandu
Saya pelan2 turun dari bus membayangkan kota yang ramai…mata saya liar tengok kiri kanan setiap sudut jam bengini….sepi amat..saya pastikan lihat jam ini baru jam 11 malam.
sambil mengeluarkan carrier dari dalam bagasi saya shock ketika melihat carrier baru saya sudah berlumuran debu, hampir tidak mengenalinya lagi dari yang warnanya biru cantik sudah berubah menjadi berwarna kue coklat seperti habis jatuh terguling -guling di gurun pasir.
Alamak.. lengkap sudah badan sudah dekil masuk ibukota sudah seperti gembel nyasar….hahaha
Ahhh sudahlah ini sudah larut malam..saya kemudian mencari taxi
Bodohnya saya lupa ganti kartu diperbatasan alhasil akses gps tidak berfungsi .
Alamat hostel yang saya sudah booking saya screan lalu tunjukan ke supir taxi.
Setelah proses tawar menawar saya kalah telak harus bayar 500 rupee mahall tidak ada pilihan lain.
Saya sudah sangat lelah.
Sekitar 30 menit
Tiba di hostel yang jaga sudah tidur
Saya terpaksa teriak tengah malam
Excuse meeeee………ke tiga kalinya baru keluar
Sorry for coming late
Dia hanya tersenyum
it’s ok come in… i show your room
Tomorrow you pay for it, you look so tired.
Thank you !!
Copot sepatu langsung tidur badan saya sudah mau remuk…!!

Welcome to katmandu…

https://ceritabackpacker.com/2018/09/27/berkunjung-ke-negara-atap-langit-di-dunia-nepal-part-25/