Sikkim Kepingan Surga Yang Terjepit Di Pengunungan himalaya (Part 22)

Sikkim adalah sebuah wilayah kerajaan kecil yang terletak di antara India, Tibet, dan Tiongkok. Kerajaan ini telah ada sejak abad ke-8 dan bertahan hingga tahun 1975. Selama lebih dari seribu tahun kerajaan ini telah melakukan banyak sekali upaya untuk bertahan dari masalah internal dan juga eksternal dari serangan negara tetangganya.
Sayangnya mereka menyatakan bubar dan bergabung dengan India modern. Kerajaan ini tidak mampu lagi menjalankan segala pemerintahan dengan baik karena banyak sekali mengalami gangguan. Keuangan negara semakin menipis hingga banyak sektor harus dihentikan secara permanen. Jika mereka masih ada sampai sekarang, Sikkim akan menjadi kerajaan tertua di dunia.
Setelah bergabung menjadi negara bagian India yang terkurung daratan di India dan terletak di pegunungan Himalaya. Berbatasan negara Nepal di sebelah barat, Daerah Otonomi Tibet Republik Rakyat Tiongkok di utara dan timur dan Bhutan ke arah tenggara. Negara bagian Benggala Barat berbatasan dengan Sikkim ke selatan.
Sikkim adalah negara bagian paling jarang penduduknya di India dan negara bagian terkecil kedua setelah Goa dari total area.Walaupun daerah yang kecil Sikkim secara geografis beragam karena lokasinya di Himalaya. Iklimnya berkisar dari subtropis hingga alpine. Kangchenjunga, puncak tertinggi ketiga di dunia, terletak di perbatasan Sikkim dengan Nepal.
Legenda mengatakan bahwa orang suci Buddha Guru Rinpoche mengunjungi Sikkim pada abad ke-9, memperkenalkan Buddhisme dan menubuatkan era monarki. Memang, dinasti Namgyal didirikan pada tahun 1642. Selama 150 tahun berikutnya, kerajaan menyaksikan serangan yang sering terjadi dan kerugian teritorial kepada penyerbu Nepal.
Ia bersekutu dengan penguasa Inggris di India, tetapi segera dicaplok oleh mereka. Kemudian, Sikkim menjadi protektorat Inggris, sebelum bergabung dengan India setelah referendum pada tahun 1975.
Sikkim memiliki 11 bahasa resmi: Nepali (yang merupakan lingua franca-nya), Bhutia, Lepcha (sejak 1977), Limbu (sejak 1981), Newari, Rai, Gurung, Mangar, Sherpa, Tamang (sejak 1995) dan Sunwar (sejak 1996) Bahasa Inggris diajarkan di sekolah dan digunakan dalam dokumen pemerintah. Sikkim adalah satu-satunya negara di India dengan mayoritas etnis Nepal. Agama-agama dominan adalah Hindu dan Buddha Vajrayana.

Gangtok adalah ibu kota dan kota terbesar. Sikkim memiliki ekonomi yang berkembang pesat yang bergantung pada pertanian dan sektor pariwisata, sikkim satu-satunya perbatasan terbuka antara India dan Tiongkok.

Mungkin karna Itulah mengapa wajah-wajah yang saya jumpai disana jauh berbeda dari orang India pada umumnya. Penduduk asli dari etnik Nepali, Lepcha dan Buthia berkulit kuning, mata sipit, postur tubuh sedang mengingatkan saya pada kebanyakan orang Cina,Tibet atau Nepal. Sikkim merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Kalau cuaca sedang cerah kita bisa melihat gunung salju tertinggi ke tiga di dunia.
Tak hanya wajah, kepribadian, adat istiadat, kebiasaan, tingkah laku dan keseharian mereka juga tidak bisa dikatakan sama. Bahasa yang digunakan pun bukan Hindi melainkan Nepali dan sebagian lainnya menggunakan bahasa Lepcha.

Untuk masuk ke wilayah Sikkim kita harus memiliki visa India.Selain visa India kita juga harus memiliki surat ijin khusus yang dikeluarkan oleh Tourism Department Goverment of Sikkim dan dapat diperoleh dengan mudah tampa dipungut bayaran di kantor-kantor Tourism Information Centre.
Permit ini juga bisa di urus di setiap check post perbatasan. Surat ijin ini akan di lampirkan di passport dan harus distempel pada saat masuk dan keluar dari wilayah sikkim.
Permit ini setiap saat di check selama kita di wilayah sikkim.
Perjalanan saya ke wilayah Sikkim cukup makan waktu.
Saya harus ambil penerbangan domestic dari new delhi, ticketnya 700 rebu dengan durasi 2 jam
Aiport yang terdekat ke sikkim adalah Bagdobra di Siliguri wilayah West Bengal.

Dari airport saya naik jeep lagi ke Siliguri junction,ini adalah terminal bus dan taxi menuju wilayah sikkim disana mereka menyebutnya taksi, semacam kendaraan jepp.
Selain taxi ada juga public bus.
Naik jeep sewanya lebih mahal 300-500 rupee sementara public bus hanya 150 rupee.
Di terminal siliguri saya mencari kendaraan menuju Gangtok.
Berdasarkan informasi di airport di terminal ini saya bisa mengurus permit untuk masuk ke wilayah sikkim .
Disinilah saya mulai melihat etnis bermata sipit
Ohh inilah mungkin orang-orang dari sikkim itu.
Karna saya tiba hari minggu petugas saat itu lagi libur, jadi saya di arahkan ke rangpao 2 jam lagi perjalanan sempat galau saat itu. tapi disinilah saya betul mengakui orang sikkim itu sangat helpful.
Dia membantu saya mencari bus ke rangpo.
Rangpo itu sudah wilayah sikkim kebetulan kantor ini selalu buka jadi saya di minta ke singgah di tempat itu untuk mengurus permit sebelum lanjut ke gantok.
Petugasnya sudah minta ke supir untuk drop saya dirangpo
Karna kebetulan jalurnya searah.
Setelah menempu perjalanan sekitar dua jam busnya berenti lalu kondekturnya meminta saya turun dan menunjukkan saya kantor untuk mengurus permit.
Saya satu2nya tourist di bus saat itu jadi saya langsung turun dari bus dan langsung ke post urus permit.
Cukup muda saya hanya diminta menyerahkan fhoto copy passport,visa dan 2 lembar fhoto yang saya sudah siapkan dari Indo.
Petugasnya yang isi setelah di stempel selesai dan saya di kasih kembali.
Lalu saya keluar ke jalan besar mencari bus lanjutan .

saya diberi tau petugas menunggu bus berikutnya yang lewat atau taxi dari siliguri.
Saya lari lagi ke atas jalannya lumayan tanjakan.
Ternyata disini tempat mampir bus istirahaat bengitu nongol ke atas.
Langsung mencari posisi stand bye dipinggir jalan berharap semoga masih ada bus yang lewat.
saya kanget ternyata bus itu masih menunggu saya.
Saya bahkan lupa sudah bus itu.
Saya baru nge waktu ada yang memanggil saya mr…mr..ternyata itu supir bus yang memanggil saya dari dari jauh.
mr..
Come -come….here.. harry up please..
Antara bengong dan kanget supirnya hanya ketawa..dari jauh melihat ekspresi saya
Seperti orang kebinguangan..dipinggir jalan sendirian.
Saya langsung lari ke bus itu rupanya orang-orang di bus dari tadi memperhatikan saya.
Mereka semua tertawa bengitu saya naik ke bus…salah tingkah jadinya hahaha
Tiba-tiba ada nyeletuk “i think you are nepali people
Saya hanya tersipu malu “No i am from Indonesia
You are a tourist?
Me :yes i am
You are you alone come here ?
Me :yes alone
Dia hanya tersenyum “welcome to
sikkim.
Me:Thank you
Lalu orang itu memberikan sebotol air dan cemilan “baik banget
Saya menolak tapi orangnya tulus jadi saya terima lagian saya juga sangat lapar dan haus” No jaim hahaha
Bus kami lanjut menuju ibu kota perjalanan masih sekitar dua jam lagi.
Jaraknya memang lumayan jauh karna normalnya perjalanan darat itu bisa makan waktu 4 jam paling cepat.
Perjalanan dari Siliguri terasa betul bahwa saya masih di India Tapi begitu masuk ke sikkim suasananya sudah berbeda.
Wilayahnya pengunungan jadi sepanjang perjalanan kiri dan kanan adalah gunung.
Selama perjalanan ada yang saya tidak bisa lupakan kita seperti mengikuti jalur sungai terus ke hulu
Jalur bus selalu mengikuti aliran sungai yang sangat besar ke gantok.

Sekitar jam 8 malam saya tiba di ibu kota sikkim, gantok bus saya berenti diterminal.

Terminal gantok

Gantok bukan kota yang besar jadi tidak susah menemukan hostel dan hotel di kota itu.
Saya langsung turun dan mencari hostel saya disekitaran kota.
Karna gelap, belum lagi cuaca yang semakin dingin dan berkabut kota gantok letaknya dipengunungan.
Saya beberapa kali nyasar dan masuk ke rumah orang karna rumah-rumah di gantok itu seperti kardus yang disusun ke atas ,jarak pemisah itu cuman dibatasi tangga lorong jalan.
Mungkin karna pengunungan jadi dimana-mana tangga banyak, dan itu dempetan dengan rumah yang lain, belum lagi tangganya minta ampunnn lumayan bikin betis keder.
Saya beberapa kali bolak balik hahaha…
Setelah pencaharian lama akhirnya ketemu hostel saya.
Sampai di hostel orangnya lagi tidak ada aduhhh….
Saya baru tau setelah sekitar 15 menit menunggu orangnya baru nongol dan dia adalah ownernya sendiri.
Saya naik dan dia sangat welcome,minta maaf dan membuatkan saya segelas teh hangat hahaha…kami bercerita panjang lebar
Saya seperti tamu penting…
Orangnya sangat baik.

Setelah mandi saya keluar menikmati udara segar meskipun hawanya menusuk tulang belulang tapi suasana kota gantok sangat bersahabat restoran ada dimana-mana dan sangat bersih.

Saya ke wilayah ini akhir november jadi season winter dinginnya luar biasa.
Ke wilayah utara bersalju
Suhu udara berkisar antara 0 – 5 derajat celcius.
Musim penghujan antara bulan Juni – September tidak disarankan untuk kesana. Waktu terbaik adalah Oktober – tengah Desember atau Maret – Mei. Yang banyak menarik minat adalah kegiatan out door seperti trekking atau rafting. Bila kurang berminat dengan kegiatan outdoor bisa berkunjung ke Monastery atau kuil yang memang banyak terdapat di sana. Di Namchi ada Guru Rinpoche monastery dan yang terbesar adalah Rumtek Monastery di Gangtok. Perayaan keagamaan atau festival pun patut diperhitungkan. Festival terbesar adalah Pang Lhabsol yang diadakan pada minggu ketiga bulan Agustus.
4 hari di gantok suasananya sangat beda, tenang dan damai.

Ada yang mengatakan jika kamu ingin panjang umur pergilah ke sikkim.. kota ini memang luar biasa, orang-orang yang tinggal Disana berwajah rama dan murah senyum.
Kehidupan cukup stabil.
Sepintas hidup mereka sangat bahagia suasana alamnya cukup memberikan ketenangan jiwa.
Saya seperti tidak sedang berada di India.
Orang-orang disana sangat jujur sejenak saya berpikir inilah orang2 yang memahami ajaran agamanya dengan benar.
Ketulusan dan kasih tampa batas menolong sesama dengan iklas.
Wilayah ini memang basis bisnis parawisata yang cukup berkembang pesat tapi mungkin karna pondasi mereka adalah kejujuran.
orang-orang yang sangat peduli dengan lingkungan.

Benar Semua wilayah di India itu beda.

Jika beberapa traveler yang pernah ke india dan memberikan kesan bahwa di India itu jorok dan kumuh saya setuju itu benar.

Tapi tidak adil jika kita menyamakan semua India itu sama.

Percaya atau tidak pergilah ke wilayah ini ,Sikkim tidak masuk dalam kategori itu bahkan jauh dari image jorok dan kumuh.

Bukan hanya itu orang-orang yang tinggal di wilayah sikkim, tingkah laku dan cara bertutur sapa mereka itu sangat ramah.

Mereka memiliki senyum yang khas bukan senyum yang dibuat2…mereka seolah2 memberi isyarat bahwa saya senang bertemu anda.

Namaste adalah ucapan salam sekaligus bahasa yang paling sopan

Orang yang tinggal di wilayah ini sangat jujur

Misalnya mereka akan menolak dengan halus jika kita ingin membayar lebih.

Saat kita belanja ditokoh mereka mereka akan menyambut kita dengan senyum.

Dia akan berkata “when you need something i will help you.

Dia akan membiarkan kamu memilih sesuatu dalam tokohnya.

Mereka sangat paham dengan apa yang mereka jual

Mereka tidak akan memaksa jika kita tidak jadi membeli barang mereka.

Mereka tetap apresiasi kita sudah berkunjung ke tokohnya.

Jika kita tersesat mereka akan berusaha mengantar kita atau bilah dia tidak bisa

Mereka itu akan membantu kita menjelaskan sedetail mungkin informasi yang kita butuhkan.

Mereka sangat antusias menolong orang.

Itulah sikkim dalam diam saya selalu merenung kenapa wilayah ini masuk ke India?

Dimana-mana terpampang larangan merokok, saya diberi tau jangan merokok di area terlarang karna ini bisa jadi masalah bila kita ketakhuan petugas patroli disana.
Dendanya ngak tanggung2 5000 rupee weiiii….mahal
Tapi itulah aturannya kita harus respect dengan budaya lokal.

Saya akan kembali ke wilayah ini suatu hari.
Masih banyak yang ingin saya lihat disana.
I love sikkim.. the best one incredible place i ever seen on my long journey.

Seri berikutnya perjalanan menuju nepal katmandu lewat jalur darat..
Penuh perjuangan.

5 thoughts on “Sikkim Kepingan Surga Yang Terjepit Di Pengunungan himalaya (Part 22)

Comments are closed.