Jaisalmer Golden City Dengan Gurun Pasir Di Rajasthan

Jaisalmer Fort

Setelah jodhpur 2 hari saya melanjutkan perjalanan saya ke jaisalmer salah satu kota yang menjadi list utama untuk wilayah rajasthan.
Kali ini saya ngk beli ticket lagi di stasiun tapi langsung beli di hostel saya,kebetulan hostelnya jual ticket kereta dan saya check di system online harganya juga sama.
Dengan perhitungan menghindari antrian dan drama berkepanjangan.
Rata2 hostel di india itu menurut saya standar servicenya sudah bagus, karna kita bisa check out lebih awal tapi bisa nitip barang dan boleh mandi sebelum melanjutkan perjalanan.
Dari jodhpur saya naik kereta malam biar hemat akomodasi hahaha..
tiba di jaisalmer sekitar jam 6 pagi gileee dinginnya minta ampun….nyaris tulang2 saya beku season winter.

Jaisalmer station

Jaisalmer kota kecil kota yang sementara berkembang dan

merupakan destinasi favorite turist dari berbagai negara.
Jaisalmer terletak berbatasan langsung dengan Pakistan.
Jaisalmer dinamai seperti nama pendirinya Maharawal Jaisal Singh, seorang raja Rajput di 1156 AD, kata “Jaisalmer” yang berarti “Benteng Bukit Jaisal” merupakan distrik terbesar di Rajasthan .
terletak di perbatasan barat negara India.
Jaisalmer dikenal dengan golden city..bukan karna banyak emas disini tapi karna hampir semua warna rumah2 di kota ini warna kecoklatan jadi ketika kena pantulan sinar matahari warnanya jadi keemasan.
Sebagian besar wilayahnya merupakan padang pasir, inilah yang menjadi daya tarik tersendiri, menjadikannya sangat populer dikalangan pelancong.
Salah satu yang paling terkenal ketika berkunjung ke kota ini jangan lewatkan Safari Desert.
Kota ini sepertinya sudah siap menjadi destinasi wisatawan dari berbagai belahaan dunia. Tidak sulit menemukan akomodasi di kota ini mulai dari homestay,hostel dan hotel tinggal sesuaikan dengan budget kamu, dan menurut saya sangat terjangkau karna saya backpacker irit cukup dengan hostel kisaran Rp 27,000 murah khan…hahaha
Jangan salah hostel ini sudah included brekfast lho boleh cari di booking***com pasti dapat harga sengitu.
Dari stasiun ke hostel saya sebenarnya dekat cukup 30 menit jalan kaki.
Tapi karna hawanya sangat dingin saya ngk kuat jadi naik bajai bayar cukup 20 rupee.

Kota ini tidak seramai dengan beberapa kota di india lainnya,
Cukup tenang menurut saya.
Saya hanya dua hari di jaisalmer karna saya akan kembali ke jaipur

Kesan saya tentang jaisalmer cukup menarik.

Hari ke 2 disana merupakan hari terakhir saya di jaisalmer
Saya ambil paket sapari tour langsung di hostel saya nginap. bayar sekitar 1000 rupee, kami hanya 3 orang tourist yang 2 orang turist lokal asal bengaluru
Jam 2 kami berangkat ke lokasi sekalian menilihat sunset dipadang gurun biasanya lihat sunset di pantai ini padang pasir hahaha..
jaraknyanya ternyata lumayan jauh dari pusat kota sekitar 60 km
Butuh waktu sekitar 1 jam menggunakan kendaraan jepp.
Sepanjang jalan hanya melihat hamparan padang pasir.
Sebelum kami sampai di lokasi guidenya membawah kami mampir disebuah perkampungan reruntuhan bangunan
Sepintas kanget dan heran apanya yang menarik lewat tempat ini.
Hanya melihat puing2 bangunanan yang berantakan dimna2..cukup luas dan nyaris tidak ada kehidupan tinggal ditempat ini gersang dan tandus.
Lalu ketika saya bertanya barulah saya mulai mengerti,ngk ngerti banget tapi paham sedikit.
Ternyata tempat ini dianggapa misterius.
Jadi ada cerita dongeng yang turun temurun atau mitos yang mereka percaya bahwah tempat ini dulunya adalah sebuah perkampungan yang kehidupannya tergolong makmur.
Namanya adalah kuldhara.
Tempat ini menjadi salah satu situs di jaisalmer dengan nama
“The Abandoned Village of Kuldhara” situs reruntuhan kota.
Sesuai dengan namanya. perkampungan kecil ini dibiarkan terbengkalai dan tak berpenghuni tak ada yang specialnya, hanya yang membuat kampung ini sangat terkenal karena adanya dongeng yang bisa dipercaya atau tidak kebenarannya mengenai misteri dibalik terbengkalainya Kuldhara ini.
Kuldhara yang sebelumnya terdiri dari 84 desa ini didirikan pada 1291 oleh para Brahmana Paliwal yang merupakan kelas masyarakat makmur. Suatu hari Diwan atau pemungut pajak cukai datang ke desa untuk mengumpulkan pajak untuk raja dan ketika sang Diwan melihat putri dari pemimpin desa, terpesonalah beliau dan menuntut diserahkannya sang putri kepala desa itu kepadanya.
Mengetahui bahwa sang putri dan ayahnya menolak permintaannya, Diwan mengancam bahwa ia akan kembali dengan tentara untuk menghancurkan desa kecuali mereka memberinya gadis itu. Meskipun tidak ada yang tahu persis bagaimana mereka melakukannya, semua orang di semua 84 desa benar-benar menghilang malam itu juga. Tak seorang pun melihat mereka pergi atau tahu kemana mereka pergi. Mereka menghilang begitu saja.
Hal lain yang diyakini bahwa sebelum mereka menghilang, mereka melemparkan kutukan atas desa yaitu membawa kematian bagi siapa saja yang mencoba untuk mendiami tanah itu. Sampai saat inipun, desa tersebut hanyalah seonggok ghost town.
Cukup masuk akal melihat tempatnya sendiri, tidak ada yang akan bisa bertahaan hidup ditempat ini gersang rumput yang tumbuh aja nyesakk banget hehehe…

Kuldhara Village
Kuldhara village

Bengitulah informasinya tapi
Sampai sekarang mereka masih percaya tentang mitos itu…

Sangat disarankan untuk ekstra hati-hati dalam memilih operator camel safari yang sangat menjamur di Jaisalmer, tidak semua operator jujur mengenai fasilitas dan makanan yang sebelumnya disepakati di muka.

Lebih baik menggunakan jasa tour dari hostel.
Paling tidak kamu bisa komplain klo tidak sesuai dengan ekspektasi kamu..hehehe.

Sekitar jam 4 sore tiba dilokasi…
For the first time in my life lihat onta itu rasanya wow….akhirnya bisa melihat hewan padang gurun pasir hahaha
Norakk yaa…
Hemm…naik di atas punggung hewan onta ternyata susah2 gampang mesti dibantu my god…

Tinggi sekali hahaha
Pelan2 mulai meyusuri padang pasir…amazing …rasanya mimpi aja
Sekitar 2 jam naik onta ternyata lama, lumayan pegel ternyata naik onta itu ngak enak banget hahaha
Mungkin karna kurang biasa kali ya..
Tapi tetap the most best experince in my life.

Safari Desert
Safari Desert
Safari Desert

Sampai di gundukan pasir yang cukup luas kami berenti menunggu sunset disini
Lagi2 saya kagum luar biasa melihat hamparan pasir nyaris tidak ada ujungnyanya,ngak ketemu rumput semua pasir.
matahari yang mulai membentuk warna kuning keemasan itu tandanya sebentar lagi matahari akan terbenam.
ditemani oleh mereka yang merupakan penduduk asli Jaisalmer.
Sejenak saya merenung…. campur aduk senang…sekaligus sedih. “Because i am thinking maybe i am the lucky one person see this place but
I have the feeling also that i’m too far away from my home !
So sad and happy
i will always miss this place.
Waktu rasanya cepat berputar
Matahari yang terbenam sore itu sedianya menutup hari sekaligus mengakhiri perjalanan saya yang tak terlupakan.

Safari Desert
Safari Desert
Safari Desert

“I promise to myself saya pasti merin

dukan naik onta dengan pemandangan gurun pasir dan dengan cahaya keemasan ini.
Setelah sunset berlalu sekitar
jam 7 malam kami dijemput kembali dengan mobil jepp pulang ke kota.
Sambil menunggu jemputan saya menikmati secangkir teh hangat yang dibuat pemilik onta dengan cemilan sejenis kerupuk yang pahit sekali hahaha…
Sesekali kami,tertawa cekikan bersama mereka itu apapun rasanya enak.
Diam2 saya mengamati mereka bersenda gurau dalam bahasa yang saya tidak mengerti.
Saya berpikir apa yang ada di dalam pikiran mereka.
Apakah mereka bahagia dengan kehidupan seperti ini?
Sangat bergantung dengan turist yang datang ketempat ini.
Pemikiran yang mungkin tidak akan pernah saya pahami karna saya tidak pernah menjalani kehidupan seperti itu.
Saya hanya punya prinsip “anything can possible.
Tidak menyerah pada takdir hidup.
Karna saya percaya semua bisa berubah.
Saking terbawa suasana saya missing something apakah mereka tadi cuci tangan?
Dan apakah tadi saya minum teh yang bersih?
Ahhh sudahlah semua sudah masuk ke dalam perut semua tidak penting lagi hahaha…
Tidak lama kemudian supir jemputan datang sebelum saya pergi saya memberikan tips 100 rupee tanda trimakasih sudah menjaga saya dengan baik.
Meskipun saya backpacker irit tapi dalam hal memberi jangan irit hahaha
Mereka sangat senang.
see you guyz….

Safari Desert with local people

Pelan2 rasa benci disini mulai luntur.
Satu yang saya sangat salut sama sopirnya semua bisa jadi jalananhahaha
Dengan kondisi medan seperti itu berasa dikejar perampok mobil laju kencang.. ampun…
Sampai di kota jam 9 malam it was really nice tour.
Sungguh hari yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan .
Bengitu sampai di hostel,
Langsung mandi, pesan makan di hostel kebetulan hostel saya punya cafe di roof top jadi ngk usah keluar lagi.
Sambil menikmati suasana malam terakhir di jaisalmer.

Keesokam harinya sebelum kembali ke jaipur saya masih punya waktu satu hari mengunjungi for
Landmarks of Luxury in Jaisalmer.
Kota Jaisalmer bukan hanya padang pasir, tapi pusat kota nya pun layak untuk dikelilingi.

Mungkin inilah alasannya Disebut sebagai Golden City karena semua rumah dan bangunan berwarna coklat tanah dan akan berwarna keemasan ketika tersembur sinar matahari.
Salah satu yang menjadi icon di pusat kota ini adalah Jaisalmer Fort, lokasi benteng ini terletak di atas bukit Triuta di tengah kota sehingga dapat terlihat dari segala titik penjuru.
Jaisalmer Fort satu-satunya benteng di propinsi Rajasthan yang di dalamnya masih ada detak kehidupan dan merupakan lokasi dimana penduduk bertempat tinggal sehingga wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk lokal yang melakukan aktifitas kehidupannya sehari-hari.
Mata pencaharian penduduk lokal rata-rata adalah yang berhubungan dengan pariwisata, mulai dari pemandu wisata, peternak unta, pemilik guest house sampai dengan toko souvenir.

Jaisalmer you always be in my heart

See you next time…

Seri drama berikutnya….on the way back to jaipur

Tertipu ticket kereta api…🙈🙉

https://ceritabackpacker.com/2018/09/10/pesona-gurun-pasir-di-golden-city-jaisalmer-india-part-13/