Sisi kelam dari Gemerlapnya Bollywood Di kota Mumbai India(part 7)

Perjalanan jalur darat dari goa ke mumbai saya harus tempu dengan durasi waktu selama 22 jam berangkat dari goa jam 7 malam tiba di mumbai besoknya jam 12 siang.
Kali ini bus saya lebih baik dari sebelumnya, ketika berangkat dari chennai.
Bus yang saya tumpangi sejenis sleeper bus,meskipun sempit dan kecil banget tempat tidurnya setidaknya cukup muat badan saya yang semakin kurus efek jarang makan hahaha..masih proses penyesuaian aroma makanan di india cukup menyegat hidung.
Berharap bisa tidur tapi ternyata tidak bisa #insomia akut…tapi setidaknya bisa luruskan badan.
Selama perjalanan dua kali pemeriksaan indentitas, entahlah saya tourist dokumen saya lengkap “i am not worry about that”.
Sepanjang perjalanan lagi2 kepala saya dipenuhi seribu tanda tanya apakah mumbai akan bagus atau sebaliknya..?
Benarkah mumbai itu kumuh?
Pertanyaan itu sedikit menggelitik takut salah kaprah.
Ini menyangkut tentang indentitas sebuah negara yang besar.
Saya garis bawahi..mumbai adalah kota besar “that’s it”.
Mumbai dulunya dikenal sebagai Bombay, nama resminya sampai 1995 adalah ibu kota negara bagian India Maharashtra. Kota ini merupakan kota terpadat di India dan aglomerasi terpadat kesembilan di dunia wow….bisa dibayangkan populasi manusia yang tinggal di mumbai, salah satu perkotaan terpadat di dunia termasuk kawasan metropolitan dan terpadat kedua di India, dengan populasi penduduk diperkirakan 20,7 juta luar biasa angka yang cukup fantastis.
Tidak sabar ingin membuktikan fakta itu how big this city,how many people living there? Ahhh sudahlah toh sebentar lagi i will see …tiba2 tersadar bus saya berenti dimana di mumbai..?
Saya bahkan tidak tau persis wilayahnya apakah pinggiran kota atau jantung kota mumbai i don’t know much..kota besar sudah pasti memiliki banyak terminal, Saya hanya tau saya sedang dalam perjalanan menuju mumbai…
Ngeriii tapi ya… saya sudah di india apapun yang terjadi saya harus siap dengan semua kemungkinan..entah baik atau sebaliknya.singkat cerita ketika bus saya
Memasuki wilayah mumbai dari jendela bus saya melihat pemandangan yang cukup membuat saya terpaku
Mata saya langsung tertuju dengan tumpukan sampah dimana2 “this is India” tidak diragukan lagi that’s true jorokk super
Sampah dimana2…bangunan yang kumuh berdampingan dengan gedung2 pencakar langit..rasanya bermimpi tapi nyata didepan mata
The real of mumbai really ?welcome..than..
Bengitulah yang hadir dibenak saya..
Belum selesai pertanyaan terjawab tiba2 kondekturnya dengan bahasa yang saya tidak mengerti..mungkin maksudnya
Semua penumpang harus turun disini…lelah,capek ngantuk sontak jadi buyar kanget terminalnya mana?
What….?this is not bus station right…?
Yes but the last stop here ,this bus will back to goa again
Oh my god…i am the last person dengan sedikit bingung oke…
Sayapun harus turun dipinggir jalan lebih tepatnya pinggir jalan toll
Saya mulai searching hostel saya damm…masih sekitar satu jam dari lokasi saya.
Saya masih berdiri dipinggir jalan memandangi bus itu sampai hilang di depan mata , tiba2 saya dikangetkan orang muncul di depan saya taxi…? No thanks
Dengan sedikit cuek saya mulai bergerak meninggalkan tempat itu
berjalan mencari informasi bagaimana harus ke tempat hostel saya yang entah dimna wilayahnya.
Bertanya sana-sini ketemu beberpa orang yang hanya geleng2 kepala tanda tidak mengerti atau tidak tau entah dia paham atau tidak tapi saya percaya
akan selalu ada yg baik.
Salah satu trik agar tidak bertanya dengan orang yang salah itu adalah lihat penampilannya dari ujung kaki sampai kepala…kedua gunakan insting untuk menyakinkan bahwa orang itu baik.
Dengan sedikit lari saya mengejar orang di depan saya sepertinya orang kantoran antara kanget iya beruntung orangnya senyum balik.
Saya langsung memperlihatkan alamat yang sedang saya cari dan ya benar dia minta saya ke terminal lumayan jalan kaki 30 menit…dia memberikan dua option bisa naik kereta dan bus ?
Kereta of course not pasti ribet.
Lebih baik naik angkutan umum jalan kaki masuk lorong ke luar lorong hidung saya mencium aroma yang kurang sedap entah bau sampah,bau pessing,bau kotoran campur jadi satu, luar biasa… stock masker saya masih cukup satu2nya yang bisa membantu saya terus bergerak.
Ketemu terminal yang dimaksud busheettt lebih mirip pasar sesak,klakson beraneka macam bunyi memecahkan gendang telinga gilaaaa tempat apa ini..? saya benar2 harus fokus dan waspada nyari kode bus berdasarkan informasi orang yang saya temui di jalan sebelumnya, lagi2 saya harus fight dengan ribuan orang gileeee nyaris ngk ada ruang buat jalan kaki..saya makin bingung busnya parkir dimana?hemm jangan2 saya kena scam…? Ahhh
Tidak mungkin orang itu bohong.. mata saya kembali liar memperhatikan orang2 yang membludak luar biasa banyaknya ini gawat.. saya benar2 harus ekstra waspada,saya harus menjauh dari keramaian ini biar kebingungan saya tidak dimanfaatkan orang jahat..
Saya kemudian mencari halte terdekat dan bertanya bus menuju sekitaran alamat hostel saya.lagi2
Beruntung saya ketemu dengan orang tepat dia kebetulan satu arah dengan saya,15 menit kemudian kami naik
Naik bus yang sama meski sebenarnya saya was2 juga sich
“Don’t trust anyone ” saya tetap focus dengan gps dan map lokasi yang saya pengang sekitar 1 jam saya sampai dilokasi allert dari hp juga sudah merah artinya sudah sampai dititik lokasi ,sayapun turun bayar sekitar 25 rupee
Saya coba searching lagi duuh dari lokasi saya masih 30 menit mampuss sepertinya error…pilihan terakhir naik taxi.
Saya mulai jalan, kebetulan tidak jauh dari tempat saya turun ada kampus saya coba menghampiri beberapa mahasiswa yang sedang ngumpul di depan kampus.
Lalu saya bertanya alamat hostel saya lagi2 saya masih beruntung mereka sangat welcome dan sangat antusias membantu saya ohh god thanks.
Lalu mereka order grab langsung ke hostel saya.
Saya bahkan tidak tau klo mereka sudah bayar.
Sekitar 30 menit saya sampai di hostel saya yg ternyata dipinggir jalan sepintas seperti ruko tua
didepannya beraneka macam penjual lebih mirip dengan pasar.
Saya coba pastikan alamatnya benar ini hostelnya duuuhhh hostel terkumuh yang pernah saya booking dan harus nginap disini.
Finally saya akan istirahaat dengan tenang..lupakan kondisi sekitarnya yang super jorok.
Sungguh Hari yang berat….
Hari ke 2 di mumbai saya hanya keliling kota mumbai menyaksikan dan melihat langsung lebih dekat kota mumbai yang sembraut,
Tidak banyak yang saya bisa gambarkan tentang kota mumbai
Jorok iya,bising iya,kumuh iya
Yahh itulah realitanya
Tadinya saya ingin sekali ke kewasan
Dharavi pemungkiman kumuh yang sangat termasyur dikalangan backpacker tapi sepertinya tidak perlu disekitaran saya sudah cukup kumuh ngimna dengan yang memang sudah terkenal karna kumuhya pasti saya ngk kuat.
Salah satu faktornya karna
Mumbai sudah over populasi kepadatan penduduk sudah tidak bisa ditampung kota ini.
Di mana-mana manusia berkerumun,sapi dan kambing bebas berkeliaran,orang pipis disembarang tempat,tumpukan sampah pemandangan yang biasa aj..duhhh ampunnnnn..
Jika di Jakarta jalanan dipadati mobil pribadi, di Mumbai jalanan dipenuhi angkutan umum lalu
Apa yang berbeda dan apa yang serupa antara Mumbai dan jakarta?
Dan pada akhirnya menurut saya cukup jauh bedanya jakarta masih lebih baik.
Saya harus jujur bahwa saya sangat tidak menyukai kota ini.
Jauh dari ekspektasi saya
kota yang moderen dan metropolitan, Rumah bagi artis2 bollywood yang sangat ternama dilayar kaca tapi berdampingan dengan kumuh,sampah dimana2
Lalu bagaimana dengan semua kemewahaan yang ditampilkan di film bollywood itu ?
menurut saya all is fake.
Jika kamu ingin lihat kesenjangan sosial seperti langit dan bumi maka pergilah ke India.
Saya tadinya harus 3 hari menjadi 2 hari
Saya harus meninggalkan kota ini secepatnya.
Hostel yang katanya included breakfast ternyata fake saya harus check out jam 4 subuh
Berangkat ke stasiun shock ternyata jam segitu stasiun sudah padat gileeee ini orang ngak tidurr kali yaak?
Orang tidur dimana2 bisa yaa dengan kondisi bengitu yang sangat ribut hampir seperti kondisi pengungsi orang datang dan pergi ke berbondong2 ke wilayah yg berbeda2.
Satu hal yang saya geleng2 kepala bagaimana orang bisa naik ke atas kereta dengan kondisi pikul beban berat,kepala, tangan berfungsi ganda, nenteng bawaannya byk bangett duuhhh…. belum lagi rasa bengong saya hilang kereta lewat mereka harus lompat ke atas dengan kondisi kereta sedang jalan…
Amazing… ini pertama kali saya harus belajar teknik dari mereka.
Ini tidak mudah, menurutku nyawa taruhannya …lalu saya mulai atur backpack saya serapi mungkin karna sepertinya harus seperti mereka gilaaa….saya harus mahir menggunakan indra semaksimal mungkin, saya harus pastikan barang2 saya aman,telinga dan mata saya harus konsentrasi full melihat layar mendengarkan informasi kereta dan jam keberangkatan ke new delhi ngk boleh miss, ini dalam bahasa inggris yang tidak jelas di ulang dalam bahasa hindi sudah pasti saya makin blank my god….

Saya harus bolak balik memastikan apakah jam kereta tiba sesuai jadwal, waktu or delay itu seperti sakit perut tidak bisa jauh2 dari toilet.
Bahkan untuk pipis saja, saya harus tahaan sengsara banget khan yaa..
Tapi ini tidak apa2, dibandingkan dengan perjuangan saya untuk selembar ticket , yang super ribet.
Saya masih ingat jelas ngamuk di stasiun dari ujung ke ujung saya diminta harus ke loket khusus untuk tourist opor sana-sini
Belum lagi saya harus menunggu seat yang kosong..
Kesabaran saya sangat di uji.
Ini dinoted hindari pembelian ticket on the spot.
Saran terbaik belilah ticket jauh2 hari sebelum berangkat.
Saya akhirnya membenarkan bahwa di india itu memang semua ribet.
Dari jam 4 subuh saya sudah ngemper di stasiun ngk mandi, ngk makan, demi menunggu kereta ke new delhi.
Jam 12 siang penantian yang melelahkan, akhirnya saya dengar kereta ke delhi akan segera lewat
Tampa pikir panjang saya langsung lari mencari kereta dan ternyata disebrang peron 3 my god saya harus lari ke lantai 2 ntebrang dan turun.. dan you know guyz….keretanya beneran lewat dan keretanya ngak tinggal menunggu, penumpang harus lompat naik mau tidak mau saya juga harus ikut melompat ke atas seperti yang lain…botol air saya sampai terlempar karna pintu masuk full manusia, beruntung ada yang lari dan melempar botol air itu ke saya
Terimakasih meskipun saya sangat tidak menyukai mumbai tetapi disisi lain masih ada orang baik..disana drama belum selesai broo saya masih harus mencari seat saya karna saya naik di gerbong yang berbeda.
Paling tidak sudah aman
Selalu ada kebaikan dimana2…!!
Don’t worry.

Good bye mumbai the first and the last

Next story
See you in new delhi…

8 thoughts on “Sisi kelam dari Gemerlapnya Bollywood Di kota Mumbai India(part 7)

  1. wahh terimakasih sudah sharing, setelah baca pengalaman anda saya semakin mantap gak tertarik melancong ke India. wes seram dan kumuh yaaa

    Like

    1. Yeah betull jadi klo kurang lincah pasti ketinggalan
      Makanya harus benar2 tunggu di peron sesuai ticket
      1 menit dlm kondisi slow artinya posisi kereta melambat tapi tetap jalan karna penumpang itu membludak rata rute2 jauh keretanya bengitu disana

      Like

Comments are closed.